HARUM NASI TIMBEL DIKEDAI TIMBEL DAGO

Nasi timbel!!! Hmmm mendengar namanya saja sudah membuat selera makan saya membuncah. Apa sih nasi timbel itu??? Nasi timbel adalah nasi panas yang dibungkus dengan daun pisang, that’s it. Laluuu apa enaknya??? Sama aja toh dengan nasi biasa??? Yup sekilas emang rasanya ngga beda ama nasi putih biasa, tapi buat saya, sensasinya itu loh.

Membuka daun pisang (hmmm serasa balik ke masa mak engkong masi pacaran … halah ahahaaha), kemudian melihat semburat asap tipis bersuhu hangat menguar dari celah celah nasi yang telah memadat. Ooowww aroma harum daun pisang pun terasa sangat segar dan nasi pun tampak jadi lebih nikmat merangsang selera.

Nah langsungan aja deh. Kemarin waktu plesir di Bandung, tanpa sengaja aku membaca “Kedai Timbel Dago”. Suami yang tengah menyetir pun langsung buyar konsentrasinya. “Wah pengen dong nasi timbel, dah lama ga makan nih”. Terus kita pun menyisir jalanan Bandung, mencari sesosok penjual timbel. Ih ngga nemu terus akhirnya suami nanya, “Tadi kamu baca tulisan timbel itu, tempat makannya meyakinkan ga?”, “Waaahhh ngga merhatiin loh, aku kan cuma baca tulisan aja”, jawabku sekenanya.

Tapi karena ngga nemu timbel di tempat lain, ya uda kita balik menuju Dago sana. Tepat di depan FO Blossom dan Glow. Restonya hanya berbentuk rumahan yang teras dan garasinya dikasi meja dan kursi. Sederhana banget. Tapiii… wow tempat parkirnya dipenuhi oleh sederet mobil bermerek (seperti rumah kuno lainnya yang memiliki taman luas, taman disini disulap menjadi area parkir).

Saat itu bukan jam makan, tapiiii loohhhh??? yang makan kok banyak bener. Kata pelayannya, kalau jam makan tiba, weeewwww sampe antri antri. Dan betullah karena enak banget, besoknya saya dan suami makan disana lagi dan ramenyaaaa. Tapi meski rame, pesanan datang dengan cepat kok.

Apa sih istimewanya timbel dago ini sampe suami ketagihan??? Inti sebetulnya sih karena semuanya serba pas. Nasi timbelnya harum dan gurih, lalu ayam dan gepuknya empuk dan nikmat. Manis asinnya pas. Tahunya segar, berasa betul aroma kedelainya. Dan yang makin bikin pas, usai menyantap nasi timbel, minumannya pun memiliki rasa yang memuaskan. Jeruknya manis dan murni. Teh nya bersih dan wangi. Aaaaahhh jadi lapar saya.

Oya ternyata lidah kami tak sendiri, karena terbukti tak hanya pelanggan kasat mata aja yang banyak, tapi juga banyak blog blog pribadi yang memuja kenikmatan timbel si kedai dago ini. Waktu nanya sama pemiliknya, katanya kedai ini suda buka sejak 1997. Hmmm mayan lama yah …

Soal harga sih memang cukup mencengangkan. Berdua dengan suami saya habis 135.000 rupiah. Dihari ke dua, saya ajak teman teman, kita berlima + bungkus 4 nasi timbel, habis hampir 500.000 rupiah. 1 nasi timbel komplit harganya 30.000 rupiah. Soto dagonya 22.000 rupiah. Hmmm kepuasan emang ngga bisa di ukur dengan harga yah … biar mahal, tetep akan balik teruuus.

Oya, .. kalau kesini jangan dilewatkan sotonya. Soto Dagonya maknyus juga… mirip mirip ama soto betawi tapi lebih ringan. Lebih bening. Jadi dah pasti ga pake susu kayak soto betawi.

Alamat Kedai Timbel Dago : Jl. Ir. H. Juanda No 117 Bandung. 022 250 2004

buka jam 10:00 – 16:00

SUMBER : http://wisataseru.com/2012/08/harum-nasi-timbel-di-kedai-timbel-dago/

POSTED BY ; YOSI.KRISTIANTI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s